Hijab-hijab
Suara gemuruh, menunjukkan bahwa aktivitas manusia yang menjelma menjadi aku aku yang lain, membentuk tatanan dalam sebuah perkumpulan yang dengan berjalannya waktu menjadi desa- desa, yang terdiri dari berbagai titik dan membentuk kumpulan yang lebih besar lagi yaitu menjadi kota- kota dan dari kota-kota menjadi barisan gugusan² besar hingga memenuhi daratan dan menjadikannya pulau menjadi kompleks beserta dengan isi, dqn elemen² sebagi pelengkap serta tempat berekspresi dari apa yang muncul dalam benak setiap manusianya dan sesuai kebutuhan menciptakan pekerjaan² guna menunjang kebutuhan yang dibutuhkan, entah sebagai penyedia jasa, atau pencari jasa. Semakin kesini semakin kencang suara terdengar ditelingga, bahwa gesekan antara karet yqng berbentuk dwngan pasir yang mengeras karena dibuat dari berbagai campuran dengan cara digelar diatas tanah yang panjang dan menjadi penyambung kanal² desa satu kedesa yang lain.
Kesemuan diri merasukki jiwa yang sebatang kara berdiri tegak dihamparan panjang yang menjadi jalur lalunya orang menjalankan tugasnya sebagai apa saja, terpintas kilatan jiwa menyambar diri, mengusik pedalaman diri, menerobos relung yang tak pernah kupikirkan sebelumya, sejenak sambil lalu pikiran melesat pada gugusan, dan rangkaian puzzle yang pernah aku rangkai sampai saat ini, dan tak terasa ternyata sudah sangat jauh dan entah dengan ukuran apa harus mengukur jika itu nampak dalam permukaan bumi, yang penting mulai dari awal perjalanan mencari Aku, sudah banyak yang terlalui,, jika diungkapkan kurang lebih seperti ini.
Mula dalam hidup seseorang pasti mendabakanbyang namanya kenyamanan dan kenikmatan, akan tetapi kebiasaan dari makhluk yang disebut manusia ini adalah lupa oleh siapa dia diberi nikmat dan kenyamanan, dan konsekuensi daripadanya biasanya tak pernah diperhatikan. Jika ingat biasanya menyepelekan yaitu tentang syukur, dan diri ini pernah melewati yang namanya kenyamanan inilah tahap atau hijab pertamabyang biasanya manusia sering lupadaratan ibaratnya. Danbsering sekali terjerumus menjadi belenggu yang mengikat dan tak kuasa untuk keluarnya. Dalam tahap ini juga terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, dan ibarat ada beberapa tas dan dalam setiap tas terdapat tas² yang ada didalamnya dan terus, itulah ibarat menyingkap setiap hijabnya, seakan tidak pernah akan ditemukan, ingat bahwa tuhan itu tidak statis dan, mudah untuk digapai atau dicari didalam proses pencariannya pasti terdapat jebakan² yang mengelabuinya supaya menjauhkan untuk mencapai tujuannya, dan hijab² tersebut hanya akan bisa diungkap bagi orang² yang benar² mau mengorbankan dirinya, demi mencapai hal tersebut. Karena hanya orang yg benar² besungguh dan bulat yang mampu menanggung konsekuensinya dalam berproseslah yang nantinya akan mencapai itu, dan itupun belum menjamin, wallahuallam
Sedikit orang yang mau melepaskan kenyamanan, kenikmatan untuk menggapai dan melanjutkan proses, setelah hijab tingkat pertama mencapai kesadaran bahwa tidak boleh terus menerus seperti ini, dan sadar bahwa diri harus melanjutkan prosesnya biasanya rasa takut yang menjadikannya hijab, takut untuk melangkah karena sudah sadar dan tahu apa yang akan dilakukannya dan bisa melihat tantangan² yang akan dihadapinya. Dari kondisi ini biasanya sudah pada pesimis, dan seperti tidak ada ghirah untuk hidup. Dan kondisi yang seperti ini manusia dalam nyali atau mentalnya sedang diuji, akan menjebol atau akan palah tambah terkurung dalam diri keakuannya sendiri tidak bisa keluar, jika bisa keluar dari tahap ini yaitu tahap/hijab ketakutan. Akan menjadikannya manusia bermental baja, dan akan lebih mempunyai ghirah dalam hidup semacam semangat hidup,,,
Setelah mencapai tahap ini akan masuk ketahap berikutnya yaitu tahap dimana manusia akan merasa bosan karena seakan hanya begitu² saja kejadiannya dan akan merasakan cengkraman kuat yang membelenggu dalam diri bahwasanya sudah berproses sampai saat ini dan, sudah seakan² tidak ada perubahan dan palah menjadikannya bosan, jika orang ditahap ini kok goyah pastinya akan tidak sabar untuk keluar dari proses yang sudah dijalaninya, secara otomatis jika sampai pada tahap ini kok keluar jalur tuntunya akan kembali kepada tahap pertama lagi atau turun level, jika ditahap ini berhasil dilewati proses dalam diri yang berkaitan dengan ketahanan untuk berikhtiar dan menggapai terlewati sudah, dan dari keistiqomahannya dari situasi membosankanbitu akan membuka hijab² baru.
Tahapan hijab yang akan dilalui setiap manusia setelah selesai dalam situasi membosankan biasanya adalah riya' yaitu keempatnya dan yang ke lima adalah ujub, sum'ah dan terakhir atau ke tujuh adalah hajbun. Dari ketujuh tahapan tersebut yaitu yang akan kita lalui, sebelum pada hijab² yang ditengarai diluar dari diri kita yaitu sama² makhluk, dari lawan jenis kelamin. Pada tahap ini jika selesai insyaallah akan sampai pada derajat mahabbah. Dan tentunya tidak mudah untuk mengatasi tahap ini, nabi adampun dahulu juga tak kuasa menahan nafsu atas buuk rayu lawan jenis yaitu hawa'. Sudah menjadi rahasia umu manusia laki² sekuat apapun pasti akan lunak jika kepada orang yang dikasihinya.
27/02/20 00:12

Komentar