Langsung ke konten utama
KADERISASI PENDEKAR SAMURAI

Bermula dari kekacauan yang ada di negara Jepang waktu itu, membuat salah satu orang tergerak hatinya ingin membangun dan mengembalikan keadaan di Jepang seperti sedia kala, yaitu kedamaian. Ia adalah seorang panglima perang yang tadinya menjadi panglima perang pada kekacauan tersebut. Ia mengkader beberapa orang, mengambil 10 anak kecil yag sudah tak memiliki keluarga. 10 anak tersebut menjadi muridnya dan dilatihnya agar menjadi seorang pendekar. Dari kesepuluh anak tersebut, satu diantaranya adalah perempuan, bernama Azumi. Akhirnya kesepuluh anak itu menjalani sebuah proses penggemblengan, pelatihan, penempaan diri untuk mengasah sabetan pedang dan parang. Mereka terus berlatih tanpa henti, sampai akhirnya mencapai puncaknya, bisa menguasai seni sabetan pedang yaitu samurai. Tentunya tidak mudah melihat proses 10 orang tersebut.
Ada pelajaran yg bisa kita  ambil. Dari kesepuluh pendekar tersebut pasti ada 1 mentor yg dinamakan guru.
Yaitu panglima tadi. Dia mendidik semua muridnya, memberi makan dan tempat tinggal. memberikan segalanya  kepada 10 orang itu yang dibutuhkan untuk hidup. 10 orang itu hanya disuruh untuk berlatih dan menyiapkan diri dengan mengasah hati, pikiran, kepekaan, karna dalam dunia samurai pasti juga melatih fisik, yang diandalkan dan menjadi senjata utama adalah kecerdikan akal pikiran serta fisik yg kuat serta ketangguhan dan kuatnya menahan diri dari hawa nafsu. Terbukti ketika sudah ingin diberi misi oleh seorang guru. Yang pertama, guru ingin memberikan sedikit gambaran tentang keadaan yg ada di Jepang pada waktu dikuasai oleh 3 pendekar murtad atau luntur ideologinya. 3 pendekar tersebut hanya bisa menguasai dan menindas rakyat kecil, dengan pedangnya menghunus siapa saja yang bertentangan dengannya, dan sudah lupa dengan semboyan seorang pendekar bahwasanya pedang unttk melindungi kaum lemah dan menjaga diri. Karna hati yg kurang atau hati yg jumawa akan bisa berbuat semena-mena dan apa yang diperbuat sangat berkebalikan dari tujuan pertama, bukan untuk melindungi, tapi menindas dan memeras rakyat kecil.
Ada pelajaran yang bisa kita ambil, bahwasanya segagah-gagahnya, sepandai-pandainya, secerdas-cerdasnya orang, jika masih ingin atau menggunakan hawa nafsunya pasti dia akan menggunakan ilmu yang  ia miliki untuk menindas dan menguasai orang lain.
Ketika seorang guru akan memberi misi pada 10 pendekar tadi. Guru menyuruh mereka membagi menjadi 5 kelompok berdasarkan orang yang disukai & berpasangan. Sebelumnya 10 orang itu mematuhi perintah guru untuk berpasangan. Misi untuk membunuh hawa nafsu adalah perkara Yang tidah mudah, Perintah Guru. selanjutnya menyuruh mereka membunuh teman yang mereka pilih Tadi menjadi pasangan. Untuk menegakkan dan mengokohkan bahwa kalian memang benar² Pendekar kalian harus bisa menyelesaikan masalah pribadi kalian untuk misi kolektif yang lebih penting lagi . Mentor ingin memberikan mental baja, yaitu harus berani dan mau membunuh teman yg dikasihi bahkan dicintai. Siapa yang paling kuat yang akan maju mengeksekusi misi yang berat. Yaitu untuk menghempas 3 pendekar murtad yang jadi penguasa di Jepang. Maka dari setiap pendekar yang ingin menjalankan misi harus fokus memikirkan misi ini, jangan memikirkan Selain yang menjadi misi. Akhirnya mereka saling bunuh dan tersisa 5 orang dari sepuluh orang.
Sebelum menjalankan misi selanjutnya. Guru berpesan pada semuanya, “Kalian adalah orang yang terpilih, kalian telah menekan hawa nafsu demi cita-cita yg lebih penting dan tujuan yang lebih besar yaitu untuk kesejahteraan umat bangsa Jepang. Kalian harus membunuh 3 orang penguasa tersebut kalian mengemban misi dari bangsa yaitu menghempas ketidakadilan dan penidasan yang dilakukan para bedebah. Misi ini juga membunuh dari golongan kita, yaitu samurai. Maka kalian harus berpikir Matang² untuk menyelesaikan misi ini harus bisa menyusun siasat yang rapi.
Mereka berproses di tengah hutan, di bawah gunung dan tiada orang selain ke 10 orang pendekar  dan satu guru, sekarang jumlah mereka sudah menjadi 5, karna yang 5 mati sebelumnya. Yang 5 orang tersebut sudah dikubur di tempat mereka berproses. Dan kira kira kurang lebih 10 tahun Mereka berproses. Akhirnya rumah  tempat tinggal untuk berproses selama 10 tahun tersebut dibakar dan meninggalkan kuburan-kuburan pendekar, yaitu yang Yang gugur menjadi tumbal untuk bangsanya Mungkin Jikalau mereka yang masih hidup merekalah yang akan menjalankan misi.  
Darj Situ banyak nilai yg bisa kita ambil, yaitu kita harus berani membunuh orang yang kita kasihi serta cintai sebelum membunuh musuh yg kita tidak tahu bagaimana latar belakang hidupnya sebagai seorang pendekar. Kita bisa gali lebih dalam makna membunuh orang yang kita kasihi, maksudnya adalah hawa nafsu kita sebelum kita melakukan hal yang lebih besar, kita harus menyelesaikan dulu perang dalam diri  kita yaitu perang melawan hawa nafsu. Kita harus memakai akal pikiran untuk mengeksekusi kehidupan kedepan. Dari misi itu, membunuh bisa disimpulkan banyak sekali. Unttk orang yg sedang berproses, kekanglah hawa nafsu.
Lanjut lagi ke cerita tadi, setelah membakar rumah, sekarang mereka berjalan menuju tempat tujuan dan menyusun rencana untuk menjalankan misi. Pertama, guru mendatangkan seorang penndekar senior untuk mengecek kesiapan Lima pendekar atau muridnya. Mereka dibawa ke lorong dan dihadapkan pada satu orang pendekar untuk bertarung. Lima pendekar itu menang dan pertarungan itu tak sampai saling bunuh. Pendekar senior itu bergabung dan menjadi mata-mata. Pendekar senior memberi kabar tentang strategi, ttg lawan dan lain-lain, ia selalu datang pada gurunya untuk memberitahu. Guru pun bisa mengonsep dengan cara seperti apa mereka akan melawan.
Misi pertama berhasil membunuh Satu penguasa. Singkat cerita akhirnya satu dari kelima orang itu tidak mengindahkan pesan guru. Ia jatuh cinta lalu keluar barisan dan meninggal di tengah hempasan badai yg meniup Jepang, karna dia tidak mematuhi perintah guru untuk tidak mencintai orang sebelum misi selesai. Satu lagi juga keluar karna kecerdasannya, dia adalah Azumi, dia berkata “untuk apa kita membunuh orang yang tidak kita tahu latar belakang kehidupannya, belum pernah bertemu dan tidak tahu kekuatannya. Dulu kita membunuh orang yang kita kasihi. Sekarang kita membunuh orang yang tidak kita kasihi. Dan satu orang yang sedang kesakitan kita biarkan”. Satu orang lagi menunggu orang yang sedang sakit karna terkena racun ninja lawan. Yang sakit akhirnya bunuh diri. Satu org yang menunggu pun juga sudah mati. Ada satu orang lagi yang entah datang darimana. Dia menemani Azumi yaitu  Seorang perempuan.
Guru menjawab pertanyaan azumi tadi “misi kita lebih penting daripada untuk mengurus satu orang”. Guru dan Dua murid melanjutkan perjalanan.
Pendekar Azumi bersama perempuan tadi, pulang ke rumah perempuan tadi, mereka dandan seperti orang biasa. Ringkas cerita lalu ada gerombolan ninja yg menghentikan laju Dua perempuan tersebut dan akan memperkosa. Ketika Azumi melihat teman perempuannya diperkosa ia terdiam dan akhirnya azumi sadar dia dibesarkan oleh gurunya untuk menjadi pendekar akhirnya, dia membantai semua ninja yang hendak memperkosanya. Da sadar kembali bahwa dia hidup hanya untuk mengabdi kepada gurunya yang telah membesarkan dan memberi pelajaran hingga menjadi dewasa dan menjadi pendekar untuk misi lebih besar, dan setelah berfikir ulang demi furu dantteman²nya yang sudah dibunuh akhirnya azumi memutuskan untuk kembali menjalankan Misi dari gurunya, keesokan harinya azumi pamit dwngan perempuan tadi dan dengan berat hati si perempuan mengijinkannya, dan azumi pun kembali mencari gurunya ditempat taeget misi dan benar ternyata gurunya Akan tetapi azumi sikagetkan oleh keadaan gurunya Karena dipancung didepan kerumunan masa dan akan dibunuh. Disana suasana teramat ramai dan banyak orang membela. Murid sang guru hanya tinggal Satu. Satunya mati di pertengahan melawan satu pendekar sakti. Singkat cerita Pendekar sakti Itu akhirnya dipenggal oleh Azumi dan ia pun akhirnya menang Akan tetapi gurunya sudahsekarat. Dan akhirnya menghembuskan nafas terakirnya dipangkuan azumi dengan kata kata terakirnya dan menjadi wasiat,  azumi, masih tersisa Satu lagi, untuk menyelesaikan misi, tapi dia sudah dilau pergi ke pulau sebrang. Gurunya akhirnya mati, dan azumi melanjutkan misinya yaitu Untuk membunuh target Satu  lagi.Dan tamat,
Next to be continue
4 hal penting yang bisa kita petik dalam menitih samudra kehidupan ini menjadi pendekar, pemimpin, kesatria, penggerak sekaligus pengendali yaitu:
1. Kita dalam berproses harus mempunyai mentor atau guru sebagai pembimbing jiwa kita
2. Taat dan pasrah pada mentor atau guru
3. Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan mengekang hawa nafsu untuk masalah yg lebih penting
4. Komitmen pada tujuan dan fokus pada tujuan.




15/04/20   22:53

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terperangkap Sunyi senyap menyergap Gembung kembang kempis Tak satupun terlihat nyata,  pada Kenyataan yang senyatanya Anggapanmu itulah keberhasilan,  Padahal, entah!!!   Dan terpikir, tersungkur dan mujur Apakah iya, masih bertanya Dalamnya hati tak tersentuh Semua mua mua hanya kebusuukan Tapi tercium semerbak wangi Iya, itulah bau busuk yqng sejatinya! 
Hijab-hijab Suara gemuruh, menunjukkan bahwa aktivitas manusia yang menjelma menjadi aku aku yang lain, membentuk tatanan dalam sebuah perkumpulan yang dengan berjalannya waktu menjadi desa- desa, yang terdiri dari berbagai titik dan membentuk kumpulan yang lebih besar lagi yaitu menjadi kota- kota dan dari kota-kota menjadi barisan gugusan² besar hingga memenuhi daratan dan menjadikannya pulau menjadi kompleks beserta dengan isi, dqn elemen² sebagi pelengkap serta tempat berekspresi dari apa yang muncul dalam benak setiap manusianya dan sesuai kebutuhan menciptakan pekerjaan² guna menunjang kebutuhan yang dibutuhkan,  entah sebagai penyedia jasa,  atau pencari jasa. Semakin kesini semakin kencang suara terdengar ditelingga, bahwa gesekan antara karet yqng berbentuk dwngan pasir yang mengeras karena dibuat dari berbagai campuran dengan cara digelar diatas tanah yang panjang dan menjadi penyambung kanal² desa satu kedesa yang lain. Kesemuan diri merasukki jiwa y...