Langsung ke konten utama

Logika
Sudah tidak asing, sering kita dengar kalimat logika ditelinga kita. Tapi apakah kita tahu apa yang dimaksud logika tersebut. Kata susilo toer" sejak dulu budaya masyarakat indonesia hanya mendengar tidak mau belajar dan meneliti jadi tidak akan penah menemukan kebenaran autentik (kebenaran ilmiah).

Dalam kesejarahan logika, banyak kesamaan definisi dari kalangam para ahli. Dan ada yang mengatakan bahwa logika adalah ilmu dalam lingkungan filsafat yang membahas prinsip-prinsip dasar-dasar penalaran yang tepat. Ada juga yang mengartikan logika adalah ilmu pengetahuan (science) tetapi sekaligus juga merupakan kecakapan atau keterampilan untuk berfikir secara lurus, tepat, dan teratur. Dalam hal ini mengacu pada kemampuan rasional tidak mengacu pada hal-hal yang abstrak. Walau demikian tetap mengutamakan keteraturan dalam berfikir untuk menemukan kebenaran ilmiah yang diucapkan menggunakan bahasa dan dilaksanakan sebagai tindakan yang nyata.

Untuk mencapai kebenaran ilmiah tentunya harus memenuhi syarat  dalam dunia ilmu pengetahuan yang  bisa dipertanggungnjawabkan secara rasional. Syarat dalam hal ini ialah harus mencakup objek materi dan objek formal logika. 

Objek materi adalah segala sesuatu yang menjadi lapangan, tempat untuk diteliti segala seauatu yang nampak dan bisa dirasio . Sedangkan objek formalnya adalah hasil atau kegiatan atau sesuatu yang berkaitan dengan objek materi. Misalnya: psikologi,  sosiologi, pedagogi. Sebagai objek materinya adalah manusia, akan tetapi  objek formalnya berbeda berdasarkan realitasnya psikologi adalah kegiatan manusia dari aktifitas jiwa tentang akal budinya atau alam bawah sadarnya atau kencenderungan yang muncul sebagai sifat pada tiap tiap individual yang diketahui lewat tingkah lakunya. Sosiologi adalah kegiatan menganalisis manusia dari interaksi sosialnya secara individual maupun antar kelompok dalam masyarakat, sedangkan, Pedagogi adalah kegiatan manusia untuk menentukan perkembangan manusia lainya ke tujuan tertentu.

Sering kita berfikir objek materi dalam manusia itu adalah akal pikiran, akal budi dll. Sebenarnya objek materinya ya manusia itu sendiri berdasarkan kegiatan yang dilakukannya. Dan berdasarkan dari kegiatannya itu nantinya akan menghasilkan sesuatu. Sesuatu tersebut akan sering kita sebut sebagai ilmu pengetahuan. 

Jadi logika adalah penalaran rasio berdasarkan asas asas yang tersusun secara teratur dan akan menghasilkan ilmu pengetahuan bagi manusia untuk hidup yang berkualitas dan kebenarannya bisa di pertanggungjawabkan secara rasio. Kebenaran ilmiah atau kebenaran autentik akan tercapai jika syarat objek logika itu terpenuhi. 

Maka pengetahuan yang sudah diperoleh dari penalaran secara teratur memenuhi syaratnya akan  sia sia jika hal demikian tidak sampai berorientasi pada perilaku dan menjadi budaya. Itulah yang terjadi dalam masyarakat kita. Coba kita refleksi sejenak, para koruptor itu mengetahui tidak bahwa yang dilakukan itu dilarang?. Mengapa hal demikian terus menjadi candu bagai perokok aktif yang dalam sehari tidak melihat rokok pasti akan tersiksa. Sangat memprihatinkan bukan. Itu baru pada persoalaan korupsi bagaimana kalau dalam pendidikan kita padahal pendidikan adalah pilar paling penting dalam bangsa negara kita. Karena bagi suatu negara akan beradab jika dunia pendidikannya produktif tentunya bukan produktif dalam mencetak kaum buruh. 


Salampergerakan!!! 



                      
13/04/20 15:59

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terperangkap Sunyi senyap menyergap Gembung kembang kempis Tak satupun terlihat nyata,  pada Kenyataan yang senyatanya Anggapanmu itulah keberhasilan,  Padahal, entah!!!   Dan terpikir, tersungkur dan mujur Apakah iya, masih bertanya Dalamnya hati tak tersentuh Semua mua mua hanya kebusuukan Tapi tercium semerbak wangi Iya, itulah bau busuk yqng sejatinya! 
KADERISASI PENDEKAR SAMURAI Bermula dari kekacauan yang ada di negara Jepang waktu itu, membuat salah satu orang tergerak hatinya ingin membangun dan mengembalikan keadaan di Jepang seperti sedia kala, yaitu kedamaian. Ia adalah seorang panglima perang yang tadinya menjadi panglima perang pada kekacauan tersebut. Ia mengkader beberapa orang, mengambil 10 anak kecil yag sudah tak memiliki keluarga. 10 anak tersebut menjadi muridnya dan dilatihnya agar menjadi seorang pendekar. Dari kesepuluh anak tersebut, satu diantaranya adalah perempuan, bernama Azumi. Akhirnya kesepuluh anak itu menjalani sebuah proses penggemblengan, pelatihan, penempaan diri untuk mengasah sabetan pedang dan parang. Mereka terus berlatih tanpa henti, sampai akhirnya mencapai puncaknya, bisa menguasai seni sabetan pe da ng yaitu samurai. Tentunya tidak mudah melihat proses 10 orang tersebut. Ada pelajaran yg bisa kita  ambil. Dari kesepuluh pendekar tersebut pasti ada 1 mentor yg dinamakan guru. Yait...
Hijab-hijab Suara gemuruh, menunjukkan bahwa aktivitas manusia yang menjelma menjadi aku aku yang lain, membentuk tatanan dalam sebuah perkumpulan yang dengan berjalannya waktu menjadi desa- desa, yang terdiri dari berbagai titik dan membentuk kumpulan yang lebih besar lagi yaitu menjadi kota- kota dan dari kota-kota menjadi barisan gugusan² besar hingga memenuhi daratan dan menjadikannya pulau menjadi kompleks beserta dengan isi, dqn elemen² sebagi pelengkap serta tempat berekspresi dari apa yang muncul dalam benak setiap manusianya dan sesuai kebutuhan menciptakan pekerjaan² guna menunjang kebutuhan yang dibutuhkan,  entah sebagai penyedia jasa,  atau pencari jasa. Semakin kesini semakin kencang suara terdengar ditelingga, bahwa gesekan antara karet yqng berbentuk dwngan pasir yang mengeras karena dibuat dari berbagai campuran dengan cara digelar diatas tanah yang panjang dan menjadi penyambung kanal² desa satu kedesa yang lain. Kesemuan diri merasukki jiwa y...